Keju adalah salah satu bahan makanan yang memiliki daya tarik universal, terutama ketika disajikan dalam kondisi meleleh dan stretchy. Fenomena Kreasi Makanan berkeju yang menjadi viral dan menimbulkan efek ketagihan masal di media sosial didorong oleh kombinasi antara rasa umami yang kuat, tekstur yang memuaskan secara visual dan sensorik, serta inovasi yang terus-menerus. Bagi para cheeselovers atau “keju garis keras,” keju bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bintang utama dari setiap hidangan.
Kunci utama mengapa Kreasi Makanan berbasis keju menjadi viral adalah efek visual “keju tarik” (cheese pull). Sensasi melihat keju mozarella atau cheddar yang meleleh panjang dan elastis saat ditarik telah menjadi bahasa visual universal di platform video pendek. Daya tarik visual ini secara psikologis berhubungan dengan rasa mewah dan kepuasan. Salah satu tren viral yang menonjol adalah “Roti Bakar Keju Meleleh Korea” yang menggunakan empat hingga lima jenis keju berbeda untuk mencapai tekstur yang sempurna, termasuk keju provolone untuk elastisitasnya. Berdasarkan analisis tren konsumen oleh platform FoodTech pada Februari 2025, konten dengan tagar #CheesePull mengalami peningkatan engagement hingga 60% dibandingkan konten makanan non-keju.
Dampak rasa juga memainkan peran krusial. Keju mengandung tinggi asam glutamat, yang merupakan senyawa utama di balik rasa umami—rasa gurih kelima yang memicu pusat kenikmatan di otak. Kombinasi rasa gurih yang mendalam dengan lemak yang kaya adalah Resep Rahasia yang membuat lidah sulit berhenti mengunyah. Kreasi Makanan berbasis keju yang sukses seringkali memadukan keju dengan kontras rasa yang cerdas, seperti keju pedas dengan topping manis (misalnya chili cheese fries dengan sedikit smoked paprika manis).
Inovasi dalam penggunaan keju juga terus berkembang. Dulu, keju hanya populer di pizza atau burger. Kini, keju merambah hidangan tradisional dan jajanan kaki lima. Contohnya, Cromboloni (croissant yang dibentuk seperti bomboloni) yang diisi krim keju cream cheese manis, atau Corndog yang di dalamnya berisi keju mozarella padat yang meleleh saat digigit. Para pengusaha kuliner terus berinovasi untuk mempertahankan hype. Sebuah workshop pengembangan produk makanan di Jakarta pada 15 November 2024 yang dihadiri oleh 150 pelaku usaha F&B membahas spesifik tentang teknik mencampur keju agar menghasilkan titik leleh yang ideal dan konsisten untuk kebutuhan delivery makanan. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengalaman “keju tarik” tidak hilang bahkan saat dinikmati di rumah. Dengan rasa umami yang adiktif dan presentasi visual yang memikat, Kreasi Makanan berkeju akan terus menjadi surga bagi para pecinta keju.