Keju telah lama menjadi bahan makanan yang dicintai, namun fenomena olahan makanan keju yang meleleh dan stretchy telah membawa popularitasnya ke tingkat yang sama sekali baru. Sensasi visual dari keju yang ditarik memanjang (dikenal sebagai cheese pull) dan tekstur creamy yang membanjiri lidah telah menjadikan keju sebagai bintang utama dalam banyak resep kekinian yang paling dicari, baik di restoran maupun dapur rumahan. Inovasi dalam penggunaan keju, dari mozzarella hingga raclette, terus mendorong tren ini.
Popularitas keju meleleh didorong kuat oleh media sosial. Konten video yang menampilkan keju ditarik memanjang secara dramatis telah menjadi viral, memicu keinginan konsumen untuk mencoba sensasi yang sama. Jenis keju yang paling populer untuk efek meleleh yang maksimal adalah Mozzarella, karena kandungan kelembapan dan proteinnya yang tinggi. Selain itu, keju Cheddar dan Gouda juga sering digunakan karena profil rasanya yang kuat saat dilelehkan.
Salah satu resep paling dicari yang menampilkan olahan makanan keju adalah Korean Cheese Pull Bread (Roti Keju Tarik Korea). Makanan ini merupakan roti manis gurih yang diisi dengan berbagai jenis keju dan dipanggang hingga keju di dalamnya meleleh sempurna. Resep ini menjadi hit besar di kalangan pembuat roti amatir selama masa pandemi dan terus populer hingga saat ini.
Inovasi lain muncul dalam bentuk hidangan keju leleh utuh. Tren Raclette, yang merupakan cara Swiss tradisional menyajikan keju yang dilelehkan secara utuh lalu dikerok langsung ke atas kentang, daging, atau sayuran, telah diadopsi secara luas di restoran modern. Hal ini memberikan pengalaman yang interaktif dan mewah. Berdasarkan laporan penjualan peralatan dapur khusus yang dirilis oleh sebuah platform e-commerce besar pada kuartal kedua tahun 2025, penjualan alat pemanggang Raclette portabel meningkat hingga 70%, menunjukkan adopsi tren ini di tingkat rumah tangga.
Kualitas keju sangat penting untuk memastikan hasil lelehan yang sempurna. Produsen keju lokal pun kini berkompetisi untuk menghasilkan keju dengan kualitas setara impor. Contohnya, sebuah koperasi peternak sapi perah di Jawa Barat berhasil mendapatkan sertifikasi kualitas tinggi untuk mozzarella mereka pada hari Jumat, 5 Juli 2024, setelah menyesuaikan proses pembuatannya agar keju mereka memiliki titik leleh yang lebih rendah dan strech yang lebih panjang, menjadikannya pilihan utama untuk olahan makanan keju kekinian.
Penting untuk diingat bahwa meskipun olahan makanan keju yang berlimpah terlihat menggiurkan, aspek nutrisi tetap harus diperhatikan. Konsultan Gizi Masyarakat, Ibu Rina Wulandari, M.Gizi, dalam sesi edukasi publik pada hari Selasa, 12 November 2025, mengingatkan bahwa meskipun keju adalah sumber protein dan kalsium yang baik, konsumsi berlebihan harus diimbangi dengan serat dari sayuran untuk menjaga keseimbangan gizi harian. Tren keju meleleh ini jelas bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan evolusi dari cara kita menikmati keju, mengubahnya dari sekadar pelengkap menjadi bintang utama di piring.