Di tengah hiruk pikuk media sosial, food trend muncul dan menyebar dengan kecepatan yang luar biasa, dan salah satu yang paling dominan dalam beberapa waktu terakhir adalah obsesi terhadap keju leleh, yang melahirkan fenomena “Cheezy Affair.” Kegilaan ini menjadikan makanan yang kaya lelehan keju sebagai Tren Makanan Viral yang sangat populer, terutama di kalangan generasi muda. Dari mac and cheese yang melimpah ruah, mozarella stick yang mulur panjang, hingga hidangan ramen yang diselimuti saus keju cheddar kental, keju telah bertransformasi dari sekadar topping menjadi bintang utama. Daya tarik visual dan tekstural dari lelehan keju ini sangat cocok untuk konten video dan foto yang dibagikan secara online, mendorong popularitasnya secara eksponensial. Berdasarkan analisis platform media sosial kuliner pada kuartal kedua tahun 2025, konten yang menampilkan “keju mulur” atau “lelehan keju” mendapatkan interaksi (likes, shares, views) 70% lebih tinggi dibandingkan konten makanan biasa.
Popularitas Tren Makanan Viral ini didukung oleh dua faktor utama: faktor indrawi dan faktor sosial. Secara indrawi, keju memberikan sensasi umami yang kaya dan tekstur yang lembut, yang dianggap sebagai comfort food universal. Ketika keju dipanaskan, lemak dan proteinnya akan melembut, menciptakan tekstur melar (stretchy) yang disebut properti ooze dan pull—kunci estetika visual yang sangat dicari di media sosial. Secara sosial, tantangan untuk membuat video cheese pull terpanjang atau mukbang dengan topping keju yang paling banyak menjadi alat validasi dan interaksi bagi para kreator konten. Hal ini membuat banyak gerai makanan berinovasi untuk menambahkan keju dalam berbagai hidangan tradisional mereka, mulai dari martabak hingga ayam geprek, demi mengikuti arus.
Namun, mengelola dan mempertahankan Tren Makanan Viral ini menuntut inovasi yang berkelanjutan. Restoran yang mengkhususkan diri pada “cheezy affair” harus pandai memilih jenis keju. Keju mozarella memberikan tekstur mulur terbaik, keju cheddar memberikan warna dan rasa asin yang kuat, sementara keju parmesan digunakan untuk menambah kedalaman umami. Chef Junaedi, kepala pengembang menu di rantai makanan cepat saji “Keju Melted Boss,” pada hari Senin, 10 Maret 2025, mengungkapkan bahwa mereka harus menguji coba lebih dari 15 kombinasi keju yang berbeda untuk menemukan formula yang menghasilkan tekstur leleh ideal yang tahan lama saat difoto.
Di balik kelezatannya, tren ini juga mendorong konsumen untuk lebih memperhatikan asupan gizi. Meskipun keju kaya kalsium dan protein, konsumsi berlebihan, terutama keju olahan tinggi natrium dan lemak jenuh, harus diimbangi dengan gaya hidup sehat. Penting bagi konsumen untuk cerdas dalam memilih dan menikmati hidangan ini secara moderat. Dengan kombinasi cita rasa yang adiktif, tekstur yang memukau, dan potensi viral yang tak terbantahkan, fenomena “Cheezy Affair” menegaskan bahwa keju adalah raja takhta di dunia Tren Makanan Viral saat ini.